IGD Membludak, DKK Kudus Prediksi Peningkatan Penyakit Bertahan hingga Februari 2027

Ruang IGD di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dipenuhi pasien. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Peningkatan kasus kesakitan di Kabupaten Kudus diprediksi masih akan berlangsung hingga Februari 2027. Kondisi tersebut turut berdampak pada meningkatnya antrean pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejumlah rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam, mengatakan peningkatan kasus penyakit masih menjadi perhatian, terlebih dengan kondisi cuaca yang mulai memasuki musim hujan.

Berdasarkan informasi dari sejumlah direktur rumah sakit, lonjakan pasien diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.

Bacaan Lainnya

“Prediksi kita memang outbreak penyakit ini masih meningkat. Habis ini sudah mulai hujan juga, nanti ada dampak yang lain,” ujar dr. Hakam, usai Rapat Koordinasi Usulan Pengembangan Health Tourism di Kabupaten Kudus, Selasa, 27 Oktober 2026.

Di tengah meningkatnya jumlah pasien, dr. Hakam menegaskan bahwa rumah sakit tidak boleh menolak pasien yang datang ke IGD. Pasien harus mendapatkan penanganan awal terlebih dahulu, terutama untuk menstabilkan kondisi kesehatannya sebelum ditentukan langkah medis selanjutnya.

“Yang penting kan jangan menolak pasien. Harus stabilkan dulu. Setelah stabil, nanti misalnya harus pulang atau harus dirujuk ke rumah sakit, tetapi penanganan awal harus ditangani di IGD,” tegasnya.

Ia menjelaskan, setelah kondisi pasien stabil, tenaga medis dapat memberikan obat, suntikan, maupun infus sesuai kebutuhan.

Apabila pasien masih memerlukan perawatan lanjutan, pihak rumah sakit akan mengupayakan ketersediaan tempat tidur. Namun, keterbatasan ruang perawatan dan antrean pasien menjadi tantangan tersendiri di tengah meningkatnya kunjungan ke rumah sakit.

Pihaknya juga menyinggung kebiasaan masyarakat yang masih memercayai waktu-waktu tertentu untuk pulang dari rumah sakit, seperti Selasa atau Sabtu setelah Magrib.