RSUD Sunan Muria Kudus Dilirik Dua Investor, Nilai Investasi Diproyeksikan Rp 250 Miliar

”Mereka masih mengkaji, kami juga masih mengkaji. Pada prinsipnya kami menunggu proposalnya dari investor, biar nanti kita bisa melakukan kajian-kajian,” ungkap Fitriyanto.

Dua calon investor yang menyatakan minat tersebut diketahui berasal dari dalam negeri. Dari sejumlah alternatif yang dibicarakan, skema BOT dinilai menjadi salah satu opsi yang paling memungkinkan untuk diterapkan.

Melalui skema BOT, investor akan membangun sekaligus mengelola rumah sakit dalam jangka waktu tertentu. Setelah masa kerja sama berakhir, aset rumah sakit selanjutnya dapat dikembalikan kepada pemerintah daerah sesuai dengan perjanjian dan regulasi yang berlaku.

Bacaan Lainnya

”Kalau sejauh ini yang paling aman BOT. Karena kalau BOT itu jangka waktunya bisa sampai 30 tahun, cuma lima tahun harus pembaruan,” ujar Fitriyanto.

Sementara itu, nama RSUD Sunan Muria masih dipertahankan oleh Pemkab Kudus. Keputusan mengenai investor, skema kerja sama, serta teknis pembangunan dan pengelolaan rumah sakit masih menunggu proposal dan hasil kajian pemerintah daerah.

”Investor itu intinya ingin membangunkan sekaligus pengelolaan. Artinya Pemda hanya menyiapkan lahannya,” pungkasnya. ***