Wisudawan Terbaik dengan Hafalan 30 Juz Alquran, Khilda Evita Aisya Mantap Pilih Mengabdi Jadi Guru

Khilda Evita Aisya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) yang juga wisudawan terbaik pada Wisuda ke-77 UMK. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

Di balik berbagai prestasi tersebut, Khilda tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai guru honorer, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga yang turut membantu perekonomian keluarga dengan berjualan gorengan dan menjaga parkir.

Sejak sebelum berangkat kuliah, Khilda terbiasa membantu ibunya menyiapkan dagangan dan menjaga parkir. Setelah kuliah, ia juga mengajar les untuk menambah uang saku serta mengabdikan diri dengan mengajar di pondok pesantren.

Berbagai aktivitas itu dijalani di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa, sehingga membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalani pendidikan.

Bacaan Lainnya

Dukungan pembiayaan pendidikan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Khilda. Pada 2022, ia mendaftar program beasiswa tahfiz yang hanya menyediakan dua kuota untuk satu universitas.

Dengan bekal hafalan 30 juz Al-Qur’an, Khilda mencoba mengikuti seleksi meskipun tidak yakin akan lolos karena banyaknya pendaftar. Hasilnya, ia berhasil menjadi salah satu penerima beasiswa tersebut.

Melalui program itu, ia memperoleh pembebasan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama delapan semester hingga biaya wisuda. Kesempatan tersebut meringankan beban keluarga sekaligus memotivasinya untuk terus belajar dan mengukir prestasi.

Kini, ia mulai menjalani profesinya sebagai guru dengan harapan dapat membagikan ilmu dan pengalaman kepada para siswa serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Saya mantap untuk menjadi guru,” tandasnya.

Prestasi Khilda Evita Aisya pada Wisuda ke-77 UMK menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang keluarga, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, keberanian mengambil kesempatan, dan ketekunan menjalani proses.

Dari membantu usaha ibunya, menghafal Al-Qur’an, mengikuti kompetisi internasional, hingga mengajar anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia, setiap pengalaman turut membentuk perjalanan akademik dan pribadinya.

Dengan IPK 3,95 serta pencapaian di berbagai bidang, Khilda kini melanjutkan langkahnya sebagai pendidik muda yang diharapkan mampu menginspirasi generasi berikutnya untuk berani menggali potensi dan memberikan manfaat bagi sesama. ***