KUDUS, ZONANEWS.ID – Isak tangis warnai prosesi Wisuda Periode ke-73 Universitas Muria Kudus (UMK) pada Selasa, 22 Oktober 2024. Seorang wisudawan diwakili orangtuanya karena meninggal dunia dahulu pada 19 Oktober 2024.
Suasana kegembiraan menjadi deru tangis saat nama Rico Firmansyah disebut di tengah-tengah prosesi wisuda yang berlangsung Gedung Auditorium UMK. Seluruh mahasiswa langsung menggenggam mawar putih tanda bela sungkawa.
Tangis ribuan wisudawan mulai pecah, ketika ayah dan ibu dari mendiang Rico Firmansyah berjalan dari pintu utama menuju panggung Sidang Senat Terbuka Wisuda, untuk mewakili mendiang anaknya menerima ijazah kelulusan.
Dengan membawa bingkai foto anak kesayangannya, sang ibu tak kuat menahan tangis dan terlihat beberapa kali menyeka air matanya dengan tisu. Tangis semakin pecah setelah mendapat ucapan selamat dan bela sungkawa dari Rektor UMK.
Rektor UMK, Prof Darsono menyatakab bahwa mendiang Rico merupakan mahasiswa yang berkepribadian baik dan aktif dalam organisasi kemahasiswaan, yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK.
“Wisuda kali ini sangat istimewa dalam kontestasi humanitas, karena ada kejadi tiga hari sebelum prosesi wisuda ini, mahasiswa yang sudah lulus studi prodi Bahasa Inggris meninggal dunia,” ujar Rektor.
Sebagai penghargaan kepada mendiang, UMK memberikan apresiasi dengan mengundang orangtua Rico Firmansyah untuk hadir menerima tanda kelulusan sebagai seorang sarjana pendidikan dari UMK.
