Penghematan konsumsi BBM di Kabupaten Kudus telah dipangkas dengan target bisa menyimpan sekitar 20 hingga 25 persen. Harapannya, dengan adanya WFH ada dampak positif terhadap penghematan energi dari ASN.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kudus, Tulus Tri Yatmika menambahkan bahwa pemantauan WFH akan dilakukan melalui fitur-fitur yang disediakan.
“Tadi juga ada arahan dari Bupati untuk share location, yang penting titik pentingnya itu WFH bukan libur tapi bekerja. Komunikasi tidak boleh terputus, kalau kantor membutuhkan kehadiran ya harus siap kapan saja.
“Pelayanan tidak berkurang, WFH itu tetap bekerja dari rumah dan bukan libur,” tuturnya.
Pihaknya pun akan segera menghitung berapa pegawai yang akan ditugaskan dari rumah. Dengan ini, diharapkan tujuan utama kebijakan WFH dalam penghematan energi dapat tepat sasaran.
“Jangan sampai kualitas pelayanan menurun. Tidak semua akan WFH, ada beberapa pengecualian dan harus tetap bekerja di kantor, seperti pimpinan OPD, Eselon II, Eselon III, lurah hingga camat,” tukasnya. ***
