KUDUS, ZONANEWS.ID — Warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus berharap kepada pemerintah untuk segera melakukan normalisasi sungai JU1 yang mengalir di wilayahnya.
Kepala Desa Temulus, Suharto menyebut, keadaan sedimentasi sungai JU 1 yang mengalir di wilayahnya sudah sangat parah. Di mana kedalaman sungai tersisa 1 meter dari normalnya sampai 4 meter.
Selama ini, pihaknya mengatakan bahwa sejumlah desa terdampak ketika musim penghujan maupun musim kemarau datang. Di antaranya Desa Temulus, Loram, Jetis Kapuan, Tanjungkarang, Gulang, Payaman, Kirig, serta Kesambi.
“Kami meminta perhatian pemerintah untuk menormalisasi sungai, panjangnya sekitar dua kilometer. Karena tingkat sedimentasi JU 1 sekarang sudah sangat parah sekali,” katanya beberapa hari lalu.
Dengan adanya normalisasi sungai, Suharto mengatakan hal itu akan sangat berdampak pada hasil pertanian warga.
Dari yang sebelumnya hanya bisa tanam padi satu kali dalam satu tahun, setelah normalisasi bisa dua kali tanam.
“Kalau ini dinormalisasi akan berdampak peningkatan pertanian dan hasilnya bagus. Yang semula hanya tanam padi sekali, akan bisa tanam dua kali, serta (normalisasi sungai) bisa meminimalisir banjir juga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suharto mengungkapkan bahwa bantuan pengerukan sedimentasi sungai mulai dilakukan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana. Namun bantuan tersebut tidak bisa maksimal, karena hanya ada 1 alat berat yang digunakan dari idealnya 4 alat.
