Kemudian untuk bantuan langsung tunai (BLT) buruh rokok yang bersumber dari APBD Perubahan Kudus, juga masih perlu verifikasi data. Pihaknya berharap, semuanya bisa cepat selesai dan bisa disalurkan.
Termasuk bantuan untuk warga yang mengalami kemiskinan ekstream. Dinsos dikatakan Agung, mencatat ada sekitar 5.660 keluarga miskin yang akan menerima bantuan. Mereka merupakan keluarga yang dinilai tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga memang perlu untuk dibantu.
“Pemkab Kudus dapat DID sekitar Rp 10 miliar. Itu nanti dibagi untuk UMKM, Dinas Perdagangan, dan sisanya untuk Dinsos. Jadi untuk Dinsos sekitar Rp 2,9 miliar. Ini nanti akan kita bagi untuk keluarga yang betul-betul termasuk miskin ekstream,” terangnya.
Lebih lanjut, untuk konsep penyaluran bantuan nantinya akan diserahkan langsung oleh Dinsos. Secara tunai, Dinsos rencananya akan mengundang semua penerima di dalam satu tempat. Namun semua masih rencana, untuk teknis pastinya akan dibahas di kemudian hari.
Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo membenarkan bahwa semuanya memang masih dalam kajian. Pihaknya berharap dengan bantuan yang diberikan Pemkab Kudus, bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. ***
