Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Andini Aridewi, menjelaskan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya telah menjalankan fungsi sebagai rumah sakit pendidikan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Menurutnya, RSUD Kudus menjadi rumah sakit utama bagi Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan rumah sakit satelit bagi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Status tersebut menjadi salah satu modal dalam pengembangan pendidikan tenaga medis di rumah sakit.
Andini mengatakan, Kementerian Kesehatan mendorong rumah sakit untuk mempersiapkan diri sebagai tempat pendidikan calon dokter spesialis melalui program Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Sejalan dengan kebijakan tersebut, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus tengah mempersiapkan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau hospital-based untuk bidang kardiologi pada 2027.
“Untuk yang khusus RSUD dr. Loekmono Hadi ini kita sudah berproses hospital based untuk kardiologi di tahun 2027. Sudah ada MoU-nya,” jelasnya.
Ia berharap seluruh proses dapat berjalan sesuai rencana sehingga RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mampu mendukung pelaksanaan pendidikan dokter spesialis sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Dari sisi ketersediaan tenaga medis, Andini menyebut rumah sakit memiliki sekitar 45 hingga 50 dokter spesialis, termasuk yang bekerja sama sebagai mitra. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan yang tersedia di rumah sakit.
Ke depan, pihaknya berkomitmen mengikuti arahan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan pada sejumlah bidang prioritas, antara lain kanker, jantung, saraf, urologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Kunjungan Wamenkes tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus untuk terus meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat perannya sebagai rumah sakit pendidikan.
Pengembangan pusat pendidikan dokter spesialis jantung yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027 serta penguatan fasilitas penanganan TBC menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam mendukung agenda peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional dan pemerataan tenaga dokter spesialis. ***
