KUDUS, ZONANEWS.ID – Terkait beredarnya video diduga bermuatan asusila yang dikaitkan dengan lingkungan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris bergerak cepat memberikan respon.
Video tersebut viral di media sosial dan memicu kegelisahan publik karena menyeret nama institusi pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan pihaknya telah memerintahkan Inspektorat Daerah bersama manajemen rumah sakit untuk segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan intensif.
“Kami perintahkan kepada Inspektur maupun Pak Direktur RSUD untuk melakukan pemeriksaan. Setelah itu nanti sesuai aturan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit maupun aturan internal, akan kami lakukan rapat dan koordinasi untuk menentukan sanksi apa yang perlu ditetapkan,” tegas Sam’ani. Senin, 5 Januari 2026
Ia menambahkan, proses pemeriksaan akan dilakukan secara objektif serta intensif dengan tetap menjunjung asas keadilan, termasuk memberikan hak jawab kepada pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Dalam pemeriksaan tentu ada hak jawab. Nanti ada pembuktian-pembuktian di dalamnya, apakah benar pegawai dari rumah sakit atau orang lain,” ujarnya.
Sebelumnya, video berdurasi sekitar 50 detik tersebut pertama kali diunggah di salah satu akun media sosial dan menampilkan seorang pria dan perempuan berada di dalam ruangan tertutup. Keduanya terlihat saling berdekatan, berpelukan, hingga berciuman.
Dalam tayangan itu juga tampak tulisan “RMH TNGGA” di sudut layar yang menyerupai rekaman CCTV, sehingga memunculkan dugaan lokasi kejadian berada di area RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.
Unggahan tersebut disertai narasi bernada kritik keras. Pengunggah menilai rumah sakit seharusnya menjadi ruang yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, empati, serta etika, bukan justru dinodai oleh perilaku yang dianggap tidak pantas.
Narasi itu juga menyinggung citra Kabupaten Kudus yang dikenal sebagai daerah religius dan menjunjung tinggi nilai moral.
Berdasarkan pantauan, video tersebut telah disaksikan ribuan kali dan dibagikan puluhan pengguna media sosial. Namun kolom komentar pada unggahan itu dinonaktifkan, sehingga warganet tidak dapat menyampaikan tanggapan secara langsung.
Bupati Sam’ani menegaskan, hasil pemeriksaan nantinya akan disampaikan secara resmi kepada publik melalui pihak RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.
“Hasil pemeriksaan nanti akan ditanyakan dan disampaikan oleh pihak RSUD. Yang jelas, kami ingin persoalan ini terang dan objektif, dan tidak menimbulkan kegaduhan,” pungkasnya.***
