Usai Dandangan 2026, Ratusan Personel Gabungan Turun ke Jalan, Bersihkan Pusat Kota Kudus

Tim personel gabungan bersihkan jalanan dari Jalan Sunan Kudus hingga Alun-alun Simpang Tujuh usai Dandangan 2026. (Foto: Istimewa)

“Kita memberi contoh lewat aksi ini. Tapi tanpa dukungan masyarakat, hasilnya tidak akan maksimal. Perlu peran semua pihak untuk mengedukasi soal pilah sampah,” katanya.

Sam’ani mengakui, tingkat kesadaran warga dalam memilah sampah masih rendah.

“Baru sekitar lima persen. Ini masih butuh dorongan dan sosialisasi terus-menerus,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Terkait penyelenggaraan Dandangan 2026, ia menyebut masih ada sejumlah catatan evaluasi untuk pelaksanaan tahun berikutnya.

“Ini acara besar dan tradisi masyarakat Kudus. Pasti ada yang perlu dibenahi. Nanti kita evaluasi agar tahun depan bisa lebih baik,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Lapak-lapak pedagang ramai dan laku. Tidak hanya di pusat kota, tapi juga sampai wilayah pinggiran. Ada dampak ekonomi, sosial, budaya, sekaligus ketertiban masyarakat,” tuturnya.

Diketahui, Tradisi Dandangan Kudus 2026 yang digelar pada 9 sampai 18 Februari diikuti 527 stan resmi serta lebih dari 500 lapak kreatif dan PKL.***