Pembangunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur desa, terutama untuk menunjang mobilitas masyarakat dan memperlancar akses dari kawasan pertanian menuju permukiman.
“TMMD ini pada intinya adalah untuk menyejahterakan masyarakat. Pembangunannya berupa fisik dan nonfisik,” ungkap Yuusufa.
Selain pembangunan jalan, pihaknya juga memberikan perhatian terhadap kesiapan masyarakat menghadapi potensi bencana, khususnya banjir saat musim hujan.
Menurutnya, edukasi dan sosialisasi diperlukan agar masyarakat memahami langkah mitigasi serta prosedur yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
“Kita harus mempersiapkan diri. Bagaimana mengimbau dan menyosialisasikan kepada masyarakat langkah-langkah yang harus dihadapi untuk memitigasi segala bencana,” jelasnya.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menambahkan, Desa Temulus menjadi salah satu wilayah yang perlu memperkuat kesiapsiagaan karena memiliki potensi banjir. Pemerintah daerah akan mendorong penguatan Desa Tangguh Bencana agar warga lebih siap menghadapi kondisi darurat.
Ia juga menyebut normalisasi Sungai Wulan dan Sungai Juwana menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi risiko banjir di wilayah terdampak.
Melalui program TMMD ini, Pemkab Kudus bersama TNI berharap pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas masyarakat dapat berjalan beriringan. Semangat gotong royong juga diharapkan terus terjaga agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas.
“Dengan kolaborasi dan kerja sama yang erat, pembangunan desa akan berjalan lebih cepat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” pungkas Sam’ani.***
