Tapa Ngeli: 15 Karya Seniman Residensi Dipamerkan di Kampung Budaya Piji Wetan Kudus

Pameran Residensi di Kampung Budaya Piji Wetan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

Setiap sudut desa, lanjut pria yang akrab disapa Jessy Segitiga itu, pembaca dan masyarakat akan diajak untuk menyelami bagaimana kebudayaan di Muria masa lampau.

Mereka juga akan dikenalkan bagaimana cerita sejarah, mitos, dongeng dan legenda yang berkembang menjadi narasi di Piji Wetan.

“Semua itu akan divisualisasikan melalui karya dan pertunjukan di Folktarium Muria ini,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Dalam jangka panjang nantinya, Jessy ingin Kampung Budaya Piji Wetan mengawali langkah untuk pembangunan berkelanjutan yang memadukan pendidikan, pariwisata dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Sementara itu, Kurator Pameran Residensi Tapangeli, Karen Hardini menambahkan bahwa pameran ini akan menjadi perjumpaan antara para seniman dan kolektif seni dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan DIY.

Mereka adalah A.O.D.H, Budi Kusriyanto, Divasio Putra Suryawan (Dipo), Febri Anugerah, Feri Arifianto, Fitri DK, Medialegal, Jaladara Collectiva, Kolektif Arungkala, Kolektif Matrahita, Kudus Street Art (KSA), Lembana Artgroecosystem, Mellshana, MIVUBI X Marten Bayuaji, dan Umar Farq.

“Setelah menyelami Kudus pada Februari hingga April 2025, mereka membuat karya yang merepresentasikan Kudus sebagai subjek budayanya, sedangkan seniman merupakan sarananya,” ungkap Karen.

Baginya, Pameran Residensi Tapangeli ini menjadi peristiwa yang melengkapi potongan besar Folktarium Muria untuk menarasikan ulang cerita rakyat di kawasan Muria.

“Lewat pameran ini kami dapat memperpanjang ikatan atau jalinan akar budaya masyarakat Muria-Kudus, sebagai identitas yang terus dijaga,” pungkasnya. ***