Sementara itu, Sayid Yunanta selalu Juru Bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, menyampaikan pandangan umum fraksinya, bahwa serapan anggaran pada tahun 2022 dinilai masih rendah.
“Di tahun 2022 sampai sekarang serapan anggaran Disnaker masih sangat rendah yakni hanya 11,7 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengungkap pada tahun 2021 capaian realisasi anggaran Disnaker pun dinilai kurang maksimal. Dari jumlah anggaran Rp 47,82 miliar yang terserap hanya sebesar Rp 1,26 miliar.
Dengan demikian, Fraksi PKS pun meminta evaluasi sehingga ada peningkatan kinerja pada Disnakerperinkop UKM.
Pihaknya menambahkan kepada Bupati untuk segera melakukan evaluasi kepada Kepala Disnakerperinkop UKM sebagai upaya perbaikan kinerja. Ini mengingat Disnaker menjadi garda depan untuk stimulan pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi.
Dengan adanya desakan dari semua fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Kepala Disnakerperinkop UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati menyampaikan kesiapannya untuk dievaluasi.
“Sebagai ASN, saya siap dievaluasi kinerjanya sewaktu-waktu,” pungkas Rini kepada Zonanews.id, Jumat, 2 September 2022. ***
