KUDUS, ZONANEWS.ID – DPRD Kudus kembali menggelar rapat koordinasi dengan agenda pemaparan hasil verifikasi dan validasi (verval) data calon penerima Tunjangan Kesejahteraan Guru (TKGS) Tahun 2026.
Rapat tersebut mengundang Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan tim verifikator Universitas Muria Kudus (UMK) untuk menuntaskan verval data calon penerima TKGS 2026.
Dalam rapat tersebut, Ketua DPRD Kudus, Masan mengroscek kembali informasi terkait data 21 persen calon penerima TKGS yang tidak valid, dari hasil verval yang dilakukan oleh tim verifikator Universitas Muria Kudus (UMK).
“Artinya, kalau ada 21 persen maka akan berkurang banyak. Tapi dari hasil rapat hari ini ternyata 21 persen itu yang belum upload persyaratan, jadi setelah upload sudah ditentukan melalui aplikasi. Jumlah fix menerima 8.555 guru,” ujarnya.
Diketahui bahwa penerima TKGS di tahun 2024 tercatat sebanyak 9.020 guru. Artinya, ada pengurangan sekitar 465 penerima di tahun 2026 mendatang. Faktornya, karena ada yang meninggal dunia, pindah kerja, hingga sudah tidak aktif mengajar.
“Kalau anggaran yang kita sediakan di tahun 2026 itu Rp 106 miliar atau pengajuan untuk 9.020 orang. Tapi hasil verval jadi 8.555 orang, jadi ada pengurangan,” katanya.
Masan pun meminta agar setiap kepala sekolah untuk terus melaporkan update kondisi sekolah, termasuk guru-guru yang mengajar dan yang sudah tidak mengajar. Sehingga, program TKGS bisa direalisasikan dengan tepat sasaran.
“Kalau sudah pindah, sudah tidak mengajar, meninggal dunia dan lain-lain, segera bisa disampaikan ke dinas biar nanti ke depan bisa memberi kesempatan (guru) yang lain untuk menerima (TKGS),” imbaunya.
Wakil Ketua DPRD Kudus, Sulistyo Utomo menambahkan bahwa pihaknya akan mengupayakan agar guru yang memenuhi syarat tapi tidak terakomodir dalam data penerima TKG 2026, supaya mendapatkan kesempatan di tahun berikutnya.
