KUDUS, ZONANEWS.ID – Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Kejuruan Bordir Tahun 2026 di Kabupaten Kudus tidak berhenti pada pemberian keterampilan teknis.
Sebanyak 20 peserta yang seluruhnya merupakan anak putus sekolah juga akan mendapatkan pendampingan usaha agar mampu membangun bisnis bordir secara mandiri.
Program yang merupakan kolaborasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kudus dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kegiatan tersebut resmi ditutup pada Senin, 27 Juli 2026 di Pendapa belakang Kabupaten Kudus, setelah berlangsung selama 36 hari.
Selain menerima materi berbagai teknik membordir, seluruh peserta juga memperoleh bantuan mesin bordir multifungsi yang dapat digunakan untuk menjahit sekaligus membordir sebagai modal awal membuka usaha dari rumah.
Ketua Dekranasda Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris mengatakan bantuan tersebut menjadi bekal agar para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh menjadi sumber penghasilan.
“Harapannya anak-anak bisa menggunakan mesin ini sebagai bekal hidup. Mereka bisa menerima pesanan, memperoleh penghasilan, membantu ekonomi keluarga, sekaligus mengembangkan bakat yang dimiliki di bidang bordir,” ujarnya.
Menurutnya, Dekranasda juga akan berupaya melibatkan para peserta apabila terdapat pesanan produk bordir sehingga mereka memiliki kesempatan memperoleh pengalaman sekaligus tambahan pendapatan.
