Selain penggunaan sound horeg, patroli juga difokuskan untuk mencegah aksi tawuran, perang sarung, hingga perang air yang kerap terjadi menjelang Ramadan maupun saat malam takbiran.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian aparat adalah Kecamatan Undaan. Daerah tersebut dinilai memiliki potensi penggunaan sound horeg cukup tinggi sehingga pengawasan akan diperketat dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
“Kalau masih ada yang nekat melanggar, akan kami kaji bentuk pelanggarannya, termasuk spesifikasi sound yang digunakan dan dampak yang ditimbulkan,” tambah Heru.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak masyarakat merayakan Idulfitri dengan penuh kegembiraan serta memperkuat nilai kebersamaan melalui silaturahmi.
“Lebaran adalah momen untuk bergembira dan mempererat persaudaraan, saling berkunjung ke keluarga, sahabat, dan saling memaafkan,” kata Sam’ani.
Ia menegaskan kegiatan takbir keliling tetap diperbolehkan, namun masyarakat diimbau melaksanakannya di lingkungan masing-masing agar tidak memicu persaingan antarwilayah.
“Takbir keliling boleh saja, tetapi sebaiknya dilakukan di lingkungannya masing-masing agar tidak menimbulkan potensi bentrok,” ujarnya.
Sam’ani juga mengingatkan warga yang hendak menggelar kegiatan takbiran untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah setempat.
“Koordinasi dengan Polsek, Babinsa, Danramil, maupun pihak kecamatan agar situasi tetap kondusif dan makna takbiran bisa dirasakan bersama,” pungkasnya.***
