Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Musthofa : Peran Tokoh Jadi Kekuatan Perekat Bangsa

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama anggota MPR RI HM Musthofa yang berlangsung di Aula Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jumat 19 Mei 2023. (Istimewa)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) HM Musthofa menyelenggarakan kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI. Bertempat di Aula Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, kegiatan dihadiri oleh 150 perwakilan tokoh agama Kabupaten Kudus.

Dalam penjelasannya, Musthofa mengatakan bahwa peran tokoh agama maupun tokoh masyarakat mampu menjadi kekuatan perekat bangsa. Terlebih di era digital, banyak tantangan yang hadir melalui berbagai cara termasuk melalui media sosial. Karenanya hal itu harus segera diimbangi dengan berbagai pendidikan karakter.

“Dimulai dari tataran tingkat keluarga sendiri, yakni misalnya dalam memanfaatkan media sosial dengan benar dan memberikan pemahaman agar tidak menjadi konsumen dan produsen berita-berita hoax, ujaran kebencian dan perilaku perilaku dan ujaran yang mengarahkan kepada budaya intoleransi,” jelas Musthofa, Jumat 19 Mei 2023.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sekarang ini banyak sekali pidato atau ceramah sang tokoh bisa dengan mudah di rekam dan di edit lalu dipotong-potong sesuai keinginannya dan secara masif sengaja disebar luaskan kepada masyarakat luas, dan akhirnya menjadikan berita sesat.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang plural dan beraneka ragam seperti Indonesia, peranan tokoh masyarakat, tokoh Agama sangat strategis. Hal ini karena bisa menjadi kekuatan perekat bangsa. Sehingga tokoh masyarakat bisa bersinergi dengan pemerintah baik pusat dan daerah, menangkal informasi tak berdasar tersebut,” kata Anggota MPR dari PDI Perjuangan ini.

Ditekankannya, kecanggihan teknologi seperti, internet dan media sosial harus disikapi dengan bijak. Jadikan semua kecanggihan teknologi itu untuk mempermudah kita dalam mencari dan menambah ilmu pengetahuan serta wawasan dan yang terpenting untuk memperoleh manfaat disisi keuangan.

“Kabupaten Kudus punya kultur (Bagus Akhlaknya, Pintar Ngajinya dan Pandai Berdagang). Mari kita bimbing anak-anak kita menjadi generasi yang pintar membaca peluang di media-media sosial di internet, jangan sampai terbalik menjadi malas karena diperbudak oleh teknologi,” kata dia.