Sementara itu Hendro Satrimo tokoh Masyrakat dari Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus mengusulkan untuk bisa di buatkan suatu aplikasi tentang apa itu Pancasila dan juga penjelasannya beserta contoh-contoh perilaku dilapangan atau dalam kehidupan sehari-hari.
“Sehingga kami bisa memanfaatkan aplikasi tersebut untuk memberikan penjelasan-penjelasan implementasi dari Pancasila tersebut, sekaligus memanfaatkan tekhnologi yang berkembang pesat saat ini,” usulnya.
Menurutnya, perlu memperbanyak kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan kepada seluruh elemen masyarakat tak hanya toma dan toga. Tapi perlu ditingkatkan kegunaan dan kemanfaatannya bagi publik melalui perbaikan dan pembaharuan model sosialisasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya tenaga pendidik, dikarenakan agar paham betul akan makna dari Pancasila dan UUD-45
“Empat pilar merupakan satu kesatuan gagasan yang terintegrasi bagi bangsa ini yang perlu dipahami secara harfiah, makna dan diamalkan melalui tindakan atau prilaku keseharian kita. Hal ini juga dimaksud agar mampu menghadapi infiltrasi budaya asing dan kebebasan masyarakat dalam kontek radikalisme,” ujar Hendro.
Para tokoh masyarakat berharap, seyogyanya disetiap lingkungan masyarakat juga ada forum-forum kegiatan yang bertujuan membangun pesan-pesan moral yang positif, guna terhindar dari berita-berita yang tidak jelas asal usulnya.
“Perkembangan dunia digital sangat membantu sekali, tetapi alangkah baiknya dapat diguanakan dengan cara yang positif dan mendapatkan manfaat yang baik,” tandasnya.***
