Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen untuk terus memperkuat sistem layanan kesehatan melalui evaluasi menyeluruh dan peningkatan kesiapsiagaan.
“Kami akan terus melakukan evaluasi agar respons semakin cepat, tepat, dan terkoordinasi. Harapannya, setiap kondisi darurat dapat ditangani dengan lebih sigap demi keselamatan masyarakat,” imbuh Sam’ani.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam menyebut bahwa ada sekitar 30 tenaga medis maupun fasilitas kesehatan yang diberikan penghargaan atas tespoj cepat penanganan bencana.
Ia menyampaikan bahwa penghargaan ini bertujuan untuk menguatkan kembali konsolidasi dan koordinasi, agar nantinya bila kejadian serupa terulang maka dapat ditangani secara cepat dan tepat. Termasuk insiden keracunan MBG.
“Kasus kemarin akan jadi pembelajaran bagi kita semua bagaimana begitu kompak dan sat set dalam penanganan, baik itu penanganan dalam kejadian bencana alam maupun keracunan MBG,” tuturnya.
Pihaknya berharap, setiap tenaga medis dan fasilitas kesehatan selalu menjalin komunikasi dan kekompakan demi mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Kudus yang lebih tinggi. Tidak hanya fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah, namun juga swasta. ***
