Menuju Green Hospital, RS Mardi Rahayu Kudus Manfaatkan Energi Surya 416 kWp

RS Mardi Rahayu, Kudus, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 416 kWp sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional yang lebih berkelanjutan. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID — RS Mardi Rahayu, Kudus, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 416 kWp sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional yang lebih berkelanjutan.

PLTS tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Mitra Solar Radians (Solar Radiance) dengan skema kerja sama selama 25 tahun.

Dengan skema tersebut, sistem PLTS Atap ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 584,40 MWh energi listrik per tahun dan menghindari emisi sekitar 521 ton CO₂ per tahun, atau sekitar 12.077 ton CO₂ selama masa kerja sama.

Bacaan Lainnya

Angka tersebut setara dengan manfaat lingkungan seperti penanaman sekitar 309.661 pohon selama 25 tahun.

Sebagai rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam, kebutuhan energi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan.

RS Mardi Rahayu berkomitmen menuju Rumah Sakit Hijau (Green Hospital) melalui sejumlah langkah, seperti penggunaan lampu LED, pemanfaatan flushing air daur ulang, penyediaan EV charging station, serta pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Pemanfaatan energi surya menjadi salah satu langkah yang ditempuh RS Mardi Rahayu untuk mengoptimalkan pengelolaan energi sekaligus mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional rumah sakit menuju Green Hospital.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto menyampaikan bahwa kebutuhan energi yang berkelanjutan perlu berjalan seiring dengan upaya rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Sebagai rumah sakit yang beroperasi 24 jam, kebutuhan energi kami cukup besar. Karena itu, kami ingin meningkatkan efisiensi energi sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan. PLTS menjadi salah satu langkah nyata kami menuju rumah sakit yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pengembangan PLTS Atap ini melibatkan Solar Radiance dalam rangkaian proses, mulai dari perencanaan, instalasi, hingga commissioning. Dalam pelaksanaannya, aspek keselamatan, kebutuhan teknis, serta keberlangsungan operasional rumah sakit menjadi bagian dari koordinasi kedua pihak.

Bagi RS Mardi Rahayu, pemilihan Solar Radiance sebagai mitra PLTS tidak hanya mempertimbangkan aspek teknologi, tetapi juga kompetensi, pengalaman, kualitas layanan, keselamatan, serta kemampuan Solar Radiance dalam memahami karakteristik operasional rumah sakit.

“Kami berharap PLTS ini dapat memberikan manfaat efisiensi energi dan ekonomi dalam jangka panjang, sekaligus menjadi awal bagi berbagai inovasi berkelanjutan di RS Mardi Rahayu,” tutup Dr. Pujianto.