KUDUS, ZONANEWS.ID –Jembatan apung penghubung Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak akan segera rampung. Menghubungkan Desa Setrokalangan, Kudus dengan Desa Kedungwaru, Demak itu diharapkan bisa memangkas waktu perjalanan dari dua arah.
Dari pantauan zonanews.id di lokasi, struktur jembatan sudah hampir selesai. Jembatan sudah mendekati ujung daratan.
Jembatan kayu jenis Bangkirai itu, di samping kanan kirinya diikat dengan tali tambang agar tidak bergerak ketika dilewati. Sementara di bawahnya ada puluhan drum kosong yang difungsikan sebagai alas jembatan agar jembatan bisa selalu mengapung di air.
Kepala Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Didik Handono menjelaskan bahwa jembatan apung yang dibangunnya panjangnya sekitar 100 meter, dengan lebar 2,5 meter. Bukan pemerintah daerah maupun desa yang membangun jembatan apung tersebut, namun seorang investor dari Kabupaten Brebes yang berinisiatif membangunnya.
Didik mengungkapkan, setidaknya investor tersebut mengeluarkan dana sekitar Rp 200 juta untuk membangun jembatan kayu dengan puluhan drum di bawahnya itu. Pengerjaan pun sudah dimulai sejak dua minggu lalu.
“Biaya untuk jembatannya saja itu sekitar Rp 200 juta. Lalu juga rencananya, akses menuju jembatan akan dibuatkan jalan cor-coran ke arah Desa Setrokalangan dan Desa Kedungwaru sekitar 100 meter,” terang Didik saat ditemui di kantornya, Senin, 28 November 2022.
Jembatan apung tersebut nantinya akan difungsikan untuk penyeberangan warga. Baik itu yang mengendarai sepeda motor maupun mereka yang ingin berjalan kaki.
Bila sebelumnya akses penyeberangan menggunakan perahu kayu, bila jembatan sudah beroperasi, perahu tidak lagi difungsikan. Penyeberangan hanya bisa diakses melewati jembatan apung yang ada.
Selain itu, pihaknya mengatakan bahwa setiap kendaraan yang lewat akan dikenakan biaya. Setiap lewat, pengendara dikenakan biaya Rp 2 ribu.
