Siap-Siap, dari Kudus ke Demak Bisa Lewat Jembatan Apung

Jembatan apung penghubung antara Desa Setrokalangan Kudus dengan Desa Kedungwaru Demak yang hampir selesai pengerjaan , (28/11). (NILA)

“Begitupula sebaliknya. Jadi setiap lewat nanti biayanya Rp 2 ribu, sama seperti kalau naik perahu,” ucapnya.

Pihak penyedia jasa penyeberangan perahu pun sudah setuju dengan keputusan yang ada. Kendati diperkirakan penyeberang dengan jembatan akan lebih banyak daripada dengan perahu.

Di sisi lain, Didik menceritakan jembatan itu hadir dari ibanya investor melihat video anak-anak naik perahu menuju sekolah. Dari situlah ide jembatan apung muncul untuk memudahkan penyebrangan.

Bacaan Lainnya

Dengan jembatan apung itu nanti, Didik mengklaim bisa memangkas jarak tempuh menuju Kudus sekitar 15 kilometer.

Disinggung mengenai tindakan pemerintah, Didik mengatakan bahwa tidak ada tindaklanjut apapun. Berkali-kali usulan pembangunan jembatan disampaikan ke Kementerian PUPR, namun hingga saat ini tidak ada tindakan apapun.

“Sehingga ada investor luar kota tertarik membuat jembatan apung di sini. Jembatan apung ini adalah jembatan ke-17 yang investor itu bangun di Pulau Jawa. Salah satu yang pernah dibangun itu di Jawa Timur. Kalau di Kudus, ini satu-satunya,” terangnya.

Di samping itu, seorang warga Desa Setrokalangan, Mulyati mengaku bersyukur ada jembatan apung yang dibangun. Ia pun senang bisa lebih cepat pergi ke Demak dengan lewat jembatan.

“Jembatan ini tentunya sangat membantu. Jadi tidak usah muter untuk ke Demak, bisa lewat sini,” katanya.

Ia bersama suaminya pun mengaku tidak sabar menunggu jembatan segera selesai pembangunan. Sehingga ia dan warga lainnya bisa melintas di atas jembatan apung yang ada.***