KUDUS, ZONANEWS.ID – Serbuan lalat yang mengganggu permukiman warga Dukuh Kalidoro, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, tak kunjung teratasi.
Kondisi tersebut membuat warga kembali menyuarakan tuntutan agar kandang ayam yang dinilai berkaitan dengan persoalan tersebut ditutup sementara.
Tuntutan itu disampaikan warga dalam aksi audiensi dan demonstrasi di depan kandang ayam milik PT AJP Farm, Kamis, 1 Oktober 2026. Warga menilai persoalan lalat bukan baru terjadi, melainkan telah berlangsung selama bertahun-tahun dan semakin mengganggu aktivitas masyarakat.
Salah satu warga, Nor Ahmad Effendi, mengatakan masyarakat sebelumnya telah melakukan mediasi bersama pengelola kandang sekitar enam bulan lalu. Pertemuan tersebut melibatkan warga, paguyuban pengelola kandang, pemerintah desa, serta unsur keamanan.
Dalam mediasi itu, kata Nor Ahmad, disepakati sejumlah langkah untuk menekan populasi lalat dan menjaga kebersihan kandang. Salah satu kesepakatannya yakni kandang yang tidak menjaga kebersihan diminta tidak diisi ayam atau menghentikan operasional sementara.
“Enam bulan lalu sudah ada mediasi. Ada kesepakatan kalau kandang tidak bersih, pihak pengelola bersedia tidak mengisi ayam atau tidak beroperasi,” kata Nor Ahmad.
Namun, menurutnya, kesepakatan yang telah dibuat secara tertulis tersebut belum dijalankan secara maksimal. Ia menyebut kondisi lalat di lingkungan warga masih terjadi hingga saat ini.
“Setelah tanda tangan perjanjian, enam bulan sampai sekarang tidak ada tindakan. Kesepakatannya seperti dilanggar,” ujarnya.
Nor Ahmad mengungkapkan, persoalan lalat telah dirasakan warga Bulungcangkring selama puluhan tahun. Warga selama ini disebut memilih bersabar dan berupaya menyampaikan keluhan melalui jalur mediasi.
“Kalau lalat sudah berpuluh-puluh tahun. Kami sebagai masyarakat sudah berusaha sabar, tetapi ketika kami sabar, kondisinya semakin menjadi-jadi,” ungkapnya.
Ia menyebut Dukuh Kalidoro Kidul menjadi salah satu kawasan yang terdampak cukup parah. Menurutnya, keberadaan lalat juga telah merambat ke lingkungan lain, termasuk kawasan sekolah yang berada tidak jauh dari permukiman.
Nor Ahmad mengatakan kondisi tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh warga dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan, ketika dirinya memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi, lalat disebut masih berkerumun di sekitar warga.
