Eksistensi nilai pesantren, kata dia, dapat menanggulangi dampak negatif dari teknologi seperti matinya kemanusiaan, potensi kesendirian yang semakin tinggi, dan lainnya.
“Selamat kepada seluruh mahasiswa baru, saya yakin sahabat-sahabat semua mampu menjadi sarjana yang kaya akan nilai pesantren dan warisan Pesantren. Saya kira bisa menavigasikan diri agar sukses pada pengetahuan yang memandu kita menggapai dunia juga akhirat,” imbuhnya.
Salah satu mahasiswa baru, Mahya mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya banyak pelajaran yang didapat seperti bagaimana teknologi sangat berpengaruh terhadap perubahan santri di era society 5.0.
“Saya lebih paham menerapan nilai pesantren pada era Society 5.0. kegiatan ini menarik karena pembahasanya masih asing bagi saya,” ujar Fahmi, mahasiwa baru prodi Pendidikan Bahasa Arab.***
