Rp 11,4 Miliar untuk Hunian Warga Kudus, Djarum dan Polytron Realisasikan 164 Rumah Layak Huni

Penyerahan simbolis Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Pendapa, Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

Sepanjang 2026, PT Djarum dan Polytron menargetkan pembangunan 400 unit rumah di Kabupaten Kudus yang dilakukan secara bertahap.

Menurut Budiharto, rumah yang dibangun melalui program tersebut harus memenuhi tiga unsur utama, yakni aman, nyaman, dan sehat.

“Melalui Program RSLH, kami ingin berkontribusi nyata dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kudus. Kami berharap, ketika persoalan rumah yang tidak layak dapat diselesaikan, masyarakat tidak lagi terbebani sehingga dapat lebih fokus bekerja, lebih produktif, dan secara bertahap meningkatkan kondisi sosial ekonominya,” kata Budiharto.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, aspek keamanan diwujudkan melalui bangunan yang kokoh, kuat dan tahan lama. Sementara dari sisi kesehatan, rumah memperhatikan fasilitas sanitasi, pencahayaan serta sirkulasi udara.

Proses penentuan penerima bantuan diawali dengan pendataan dan usulan dari pemerintah setempat. Selanjutnya dilakukan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang sesuai kriteria.

Masyarakat sekitar juga dilibatkan selama proses pembangunan. Program tersebut menerapkan intervensi penuh sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya pembangunan.

“Rumah yang kami bangun ulang merupakan rumah dengan kategori rusak parah dan penerima manfaat yang tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki. Di sinilah peran pemerintah, sektor swasta dan masyarakat sangat diperlukan untuk membantu menangani kesejahteraan warga kurang mampu, demi mewujudkan Kabupaten Kudus yang lebih baik dari waktu ke waktu,” tutup Budiharto.

Sementara itu, Head of Culture Development Polytron, David Setyadi Rahardjo, mengatakan keterlibatan Polytron dalam program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Polytron memiliki dua pabrik di Kabupaten Kudus. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan untuk ikut berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Kudus, kami ingin terus berkontribusi bagi masyarakat melalui program yang memberikan dampak langsung khususnya dalam kemajuan dan pertumbuhan ekonomi. Ini merupakan sebuah tanggung jawab sosial bagi kami. Kami berharap kehadiran RSLH menjadi lebih dari sekadar perbaikan hunian, tetapi juga menjadi langkah awal bagi penerima manfaat untuk menata kehidupan bersama keluarga. Semoga dengan program RSLH masyarakat bisa hidup lebih sehat dan sejahtera,” kata David.

Program RSLH juga dilaksanakan di sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah. Sepanjang 2026, PT Djarum dan Polytron menargetkan merealisasikan 492 rumah yang tersebar di Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung.

Di Kabupaten Kudus, tahap pertama program tersebut telah merealisasikan 128 unit rumah. Sementara di Brebes, sebanyak 10 rumah telah diserahterimakan kepada penerima manfaat pada April 2026.

Sebanyak 12 rumah di Salatiga juga telah selesai direnovasi dan dibangun ulang. Sedangkan di Wonogiri, 10 penerima manfaat telah menempati rumah hasil program sejak Agustus 2026.

Adapun sejak 2022 hingga 2025, Program RSLH yang dijalankan PT Djarum telah merealisasikan 626 hunian di berbagai wilayah Jawa Tengah, di antaranya Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, hingga Purbalingga.***