Ramai di Medsos, Dugaan Pemukulan Siswa oleh Oknum Guru MTs di Kudus Telah Berakhir Damai

Mediasi internal atas peristiwa dugaan pemukulan oknum guru terhadap siswa MTs NU RUS, pada Jumat, 8 Agustus 2025. (Foto: Istimewa)

Setelah itu, orangtua korban datang ke sekolah dan sempat marah-marah. Namun, setelah dijelaskan kronologinya, akhirnya orangtua siswa tersebut bisa menerima dan memaafkan pihak guru yang bersangkutan.

Selanjutnya pada Jumat, 8 agustus 2025, pihak sekolah dan orang tua murid, telah menyepakati penyelesaian perkara secara damai. Kesepakatan itu disaksikan kepala MTS RUS, pengurus Yayasan, Ketua RT setempat, serta bhabinkamtibmas Desa Colo.

Terpisah, pihak MTs RUS saat dihubungi pada Senin, 11 Agustus 2025, menyampaikan bahwa perkara dugaan pemukulan yang terjadi di sekolah setempat, telah dilimpahkan oleh kuasa hukumnya. Dalam hal ini, LBH Ansor.

Bacaan Lainnya

“Nyuwun Sewu, terkait masalah ini kami sudah memberikan kuasa kepada LBH Ansor. Jika butuh konfirmasi, bisa menghubungi kuasa hukum kami,” tulisnya dalam pesan singkat.

Sementara itu, Ketua LBH Ansor, Saiful Anas, saat dikonfirmasi bahwa pihaknya masih menunggu kelengkapan berkas dari MTs RUS. Sehingga, untuk kronologi dan kelanjutan perkara ini masih dalam koordinasi bersama pihak madrasah.

“Kalau memang sudah proses mediasi, kekeluargaan, berarti tidak ada yang dirugikan. Pihak MTs Rus sudah mengakui melakukan kesalahan, dan sudah berdamai,” tuturnya. ***