Puluhan Jemaah Haji Ilegal Asal Jepara hingga Kudus Terjaring Razia dan Gagal Wukuf di Arafah

Panitia Kerja (Panja) Haji 2025 sekaligus Tim Pengawas Haji, H Abdul Wachid. (Foto: Istimewa)

Ia menambahkan, otoritas Arab Saudi tahun ini benar-benar meningkatkan pengawasan. Setiap akses masuk ke Kota Makkah dan Armuzna dijaga ketat, baik melalui pos resmi maupun jalur tidak resmi.

Bahkan, penggunaan drone dan patroli bersenjata dilakukan selama 24 jam nonstop, serta pemeriksaan berlapis terhadap barcode Nusuk untuk setiap jemaah.

“Hampir mustahil bisa menembus pemeriksaan. Jangan jemaah dari Indonesia, bahkan mukimin juga tak bisa meskipun mereka tasreh, kalau tak ada nusuk tak bisa masuk,” tandasnya.

Bacaan Lainnya

Menutup keterangannya, Wachid mengimbau agar masyarakat tidak tergiur iming-iming haji murah tanpa antre dari biro tidak resmi.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia telah menyiapkan kuota haji sebesar 221.000 orang tahun ini, terdiri dari 203.000 jemaah reguler dan 17.000 jemaah haji khusus, lengkap dengan fasilitas, visa sah, dan perlindungan hukum.

“Kami akan terus menggencarkan edukasi agar masyarakat menempuh jalur legal dan sah untuk ibadah haji,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus, Suhadi saat dimintai keterangan pada Kamis, 12 Juni 2025, menyampaikan bahwa jemaah haji ilegal dipastikan bukan dari rombongan yang diberangkat oleh Kemenag Kudus.

“Kudus memberangkatan 1.414 jemaah haji, insyallah mereka aman. Jemaah ilegal itu kemungkinan dari biro-biro yang nekat memberangkatkan padahal tidak ada visa haji. Tapi kami tidak mendapatkan laporan,” ungkapnya. ***