Sekolah setempat juga memiliki program unggulan di bidang literasi, seperti Perpustakaan Wiyata Pustaka, Angkringan Literasi, Lobi Literasi (Lobster), Gazebo Literasi (Gazter), Tangga Literasi, Ruang Multimedia, Sajaku Podcast hingga Vintage Corner.
“Kami libatkan di semua kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler,” tandasnya.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menyebut bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah evaluasi terhadap program pertukaran pelajar.
Evaluasi yang dilakukan juga meliputi usulan para pelajar yang meminta agar program terbaru ini diperpanjang hingga satu bulan. Namun, Anggun menyebut bahwa evaluasi masih akan dibahas dengan pimpinan daerah terlebih dahulu.
“Laporan dari pengawas bagus, SD juga antusias. Bahkan ada yang merasa kurang lama, karena kalau seminggu kan hanya mengikuti satu kali ekstrakurikuler saja,” tuturnya.
Anggun pun menegaskan bahwa program ini akan rutin dilaksanakan setiap tahun. Pelaksanaan akan dijadwalkan pada awal semester ganjil dan genap, dengan peserta pelajar yang berbeda-beda dan bergantian.
“Nanti Bulan Juli ada lagi pas awal semester ganjil. Akan kita kaji lagi seperti apa pelaksanaan (program pertukaran pelajar) untuk yang kedua ini,” tukasnya. ***
