PON Bela Diri Kudus 2025 Resmi Ditutup, DKI Jakarta Juara Umum dengan 99 Medali

Kontingen DKI Jakarta raih gelar Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025. (Foto: Istimewa)

Pada tahap ketiga penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Jumat (24/10), yang mempertandingkan ju-jitsu, karate, dan wushu, kontingen ibu kota tampil impresif dengan menambah koleksi medali secara signifikan.

Mereka akhirnya menegaskan dominasi pada ajang multi-event bela diri murni tersebut.

“Memang cabor-cabor (cabang olahraga) yang di pekan terakhir PON Bela Diri Kudus 2025 ini adalah cabor-cabor unggulan DKI Jakarta,” ujar Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta Fatchul Anas.

Bacaan Lainnya

Skuad DKI Jakarta datang ke Kudus berkekuatan 138 atlet dan 45 ofisial. Setelah hanya finis di peringkat kedua pada PON Aceh-Sumut 2024, KONI DKI Jakarta langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga dan menyiapkan program latihan intensif selama satu tahun.

Hasil pembenahan itu kini mulai terlihat, seiring keputusan digelarnya PON Bela Diri Kudus 2025, yang menjadi ajang pembuktian bagi para atlet DKI Jakarta.

“Kami memang sudah mencanangkan untuk menjadi juara umum di PON Bela Diri Kudus 2025 ini. Selain itu ajang ini menjadi tolok ukur atas hasil latihan tim DKI Jakarta selama setahun terakhir,” Anas, menjelaskan.

Lebih lanjut Anas menjelaskan, pada ajang PON Bela Diri 2025, tim DKI Jakarta menurunkan kombinasi atlet lapis pertama dan kedua.

Namun, sejumlah atlet andalan yang tergabung dalam tim nasional tidak diturunkan karena tengah dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games 2025 Bangkok.

Meski demikian, seluruh cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan pada PON Bela Diri Kudus 2025, sangat membutuhkan peningkatan jam terbang dan frekuensi kompetisi yang lebih rutin.

Ia menilai, kehadiran ajang ini menjadi sarana penting bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, memperbanyak pengalaman bertanding, serta meningkatkan mental dan konsistensi performa di level yang lebih tinggi.

Di sisi lain, catatan gemilang juga lahir di cabang olahraga wushu yang menjadi satu-satunya cabang olahraga yang dipertandingkan pada hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025.

Olahraga bela diri tradisional yang berasal dari China ini menjadi lumbung emas bagi Jawa Timur (Jatim).

Muhammad Daffa “Golden Boy” Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, duo-atlet wushu andalan Jatim yang menyumbangkan separuh dari delapan medali emas yang diraih tim wushu Jatim sehari lalu, masing-masing kembali menyumbangkan satu keping emas pada hari penutup.

“Saya tentu sangat bangga bisa memberikan yang terbaik untuk Jawa Timur dengan meraih tiga medali emas dari tiga nomor yang saya ikuti,” tanggap Jennifer, dengan penuh rasa syukur.

Medali emas kembali menjadi milik Daffa dan Jennifer yang tampil impresif di kategori taolu. Daffa berhasil merebut emas di nomor qiang shu putra, sementara Jennifer memastikan kemenangan di nomor daoshu putri.

Prestasi serupa juga diraih Lawrence Dean Kurnia, atlet wushu asal DKI Jakarta, yang tampil luar biasa dengan menjuarai nomor nanquan, nandao, dan nangun.

Dengan masing-masing mengoleksi tiga medali emas, ketiganya kini tercatat sebagai trio atlet tersukses sekaligus peraih emas terbanyak dalam PON Bela Diri Kudus 2025.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur atas hasil ini. Semua berkat doa dari orang tua, dukungan penuh dari pelatih, serta perhatian dan dukungan dari pengurus KONI Jatim yang terus mendampingi sejak proses latihan hingga pertandingan, sehingga saya bisa meraih prestasi terbaik,” kata Daffa.

PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan kolaborasi bersama KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus.

Serta didukung penuh oleh Blibli, Caffino, 5 Days Croissant, Hydroplus, Kopi Tubruk Gadjah, Polytron, tiket.com, MIND ID, VIT air mineral, dan media partner Kumparan.com.

Berikut 15 besar provinsi peraih medali PON Bela Diri Kudus 2025: