PGRI Kudus: Wacana 5 Hari Sekolah untuk SD dan SMP Perlu Dikaji Ulang

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan. (ISTIMEWA)

“Banyak faktor lah, mungkin perlu untuk dikaji ulang 5 hari sekolah itu,” tandasnya.

Belum lagi, lanjut Ahadi, akan mempengaruhi kemampuan anak di dalam ketahanan tubuhnya untuk mengikuti pembelajaran. Secara otomatis, 5 hari sekolah dengan jam pulang sore akan mempengaruhi konsentrasi anak.

“Kalau dibuat 5 hari sekolah otomatis sekitar sampai jam 4, itu prediksi saya daya tahan tubuh anak untuk menerima pembelajaran itu pasti akan berpengaruh. Sehingga konsentrasi dan lainnya buyar,” tandasnya.

Bacaan Lainnya

“Itu juga akan ada permasalahan di jam mengajar juga nanti. Belum juga nanti ekstrakurikulernya dan lainnya,” tambahnya.

Kendati demikian, pihaknya sebagai organisasi profesi akan tetap menjalankan apapun yang diputuskan oleh pemerintah secara maksimal. Tentunya, dengan membarengi persiapan-persiapan yang baik dan sinergis. ***