“Rumput yang baru dipotong kandungan airnya masih tinggi. Kalau langsung diberikan bisa membuat kambing kembung,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada penggemukan kambing kurban, Haikal Farm juga mengembangkan breeding dan genetika kambing unggulan. Salah satu jenis yang dikembangkan adalah kambing Saanen untuk kebutuhan produksi susu.
Menjelang Iduladha, permintaan kambing kurban di Kudus mulai mengalami peningkatan. Suparno menilai kondisi itu dipengaruhi naiknya harga sapi dan kerbau sehingga masyarakat mulai beralih memilih kambing.
“Sekarang banyak warga memilih kambing kurban karena harga sapi dan kerbau semakin mahal,” katanya.
Dari sekitar 40 ekor kambing yang disiapkan untuk Iduladha tahun ini, sebagian telah dipesan pembeli. Mayoritas pelanggan berasal dari lingkungan pondok pesantren di Kudus.
“Biasanya wali santri datang langsung memilih kambing saat menjenguk anaknya di pondok. Setelah dipilih, kambing tetap kami rawat sampai hari penyembelihan lalu kami antar,” ujarnya.
Haikal Farm menyediakan kambing kurban dengan harga mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta, tergantung ukuran dan kondisi ternak.
Bagi Suparno, keberhasilan usaha peternakan kambing tidak ditentukan oleh besarnya kandang ataupun banyaknya populasi ternak, melainkan pemahaman peternak terhadap kualitas pakan dan perawatan harian hewan ternak.***
