KUDUS, ZONANEWS.ID – Warga Kabupaten Kudus mengeluhkan adanya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) beberapa minggu terakhir ini. Tak hanya langka, gas melon tersebut juga mengalami kenaikan harga. Kenaikan sendiri mulai dari Rp 1000 hingga Rp 2000.
PT Pertamina Jawa Bagian Tengah (JBT) menduga adanya dugaan penimbunan terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram yang terjadi di Kabupaten Kudus dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir.
Pjs Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Jawa Bagian Tengah (JBT), Marthia Mulia Asri menjelaskan, saat ini tengah terjadi kerawanan terkait pengoplosan dan penimbunan elpiji 3 kilogram.
“Ini lagi rawan pengoplosan sama yang menimbun (tabung gas subsidi 3 kilogram),” ujar dia.
Dugaan itu juga semakin kuat karena tidak adanya perubahan alokasi elpiji subsidi yang diberikan kepada masyarakat di wilayah Kudus. Pihaknya pun berencana untuk melakukan kerjasama dengan kepolisian, guna mengurai kelangkaan tabung gas elpiji di Kabupaten Kudus.
“Kami kerjasama dengan Polri untuk memantau indikasi tersebut,” ucapnya.
Selain itu, Marthia juga mengasumsikan hal lain terkait kelangkaan itu. Dirinya menaksir juga karena adanya peralihan konsumen yang semula menggunakan elpiji non subsidi menjadi elpiji subsidi. Hal itu menyusul disparitas harga yang terlalu tinggi antara elpiji non subsidi dan subsidi.
“Karena alokasinya masih sama tidak ada pengurangan cuma karena disparitas harga dengan bright gas jadi indikasi mereka beralih ke elpiji 3 Kg juga banyak,” ucapnya.
