Pihaknya juga sudah memantau stok di beberapa pangkalan yang masih tersedia. Seperti di Pangkalan Farida yang berada di Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus masih tersedia 80 tabung gas.
Sementara itu, Masirin (45) asal Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah yang keseharian sebagai pedagang kaki lima (PKL), mengaku bahwa kelangkaan gas melon di daerahnya terjadi sejak 2 minggu yang lalu.
Selain langka, gas elpiji 3 kilogram juga mengalami kenaikan harga, mulai dari R 1000 sampai dengan Rp 2000. Rentang kenaikan harga ini, ungkap Masirin, tergantung dari masing-masing penjualnya.
“Mulai langka sejak 2 minggu, di tempat langganan saya seringnya gak ada. Naik seribu dari harga sebelumnya Rp 21 ribu kini jadi Rp 22 ribu. Tapi itu tergantung belinya di agen apa di pengecer,” kata dia saat ditemui zonanews.id, Rabu, 31 Agustus 2022.
Menurutnya, jika disuruh memilih, ia lebih memilih harga naik sedikit dari pada langka. Pasalnya, jika gas elpiji susah dicari, maka secara otomatis ia akan susah untuk mencari nafkah.
Senada, Ningsih, warga Kelurahan Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus juga menyampaikan kesulitannya saat mencari elpiji subsidi. Menurutnya, kelangkaan gas melon ini sudah sebulan belakangan.
Bahkan, lanjut Ningsih, dirinya sempat terpaksa menumpang masak di rumah tetangga. Ini lantaran dirinya tidak kunjung mendapatkan gas melon. Padahal sudah mencari ke warung-warung di area tempat tinggalnya. ***
