JEPARA, ZONANEWS.ID – Pasokan listrik di Kepulauan Karimunjawa bakal sepenuhnya diganti dengan energi baru terbarukan, yakni menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Langkah ini akan menjadi solusi dalam menghadapi isu besar pemanasan global dan perubahan iklim yang semakin memburuk.
Komitmen pengambangan kelistrikan itu dikemukakan Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko.
Hal itu menyusul rencana investasi PT PLN membangun pasokan pembangkit tenaga surya di Pulau Parang, Genting, dan Nyamuk di Kecamatan Karimunjawa.
Nilai investasi tersebut dikatakan hampir Rp 40 miliar. Kedepan, tak menutup kemungkinan juga diaplikasikan sepenuhnya di Pulau Karimunjawa.
“Dalam pengembangan untuk nanti listrik di Karimunjawa akan di-support 100 persen dari energi baru terbarukan yaitu surya, PLTS,” kata Jarwanto di ruang Command Center kantor Bupati Jepara, Kamis 21 Juli 2022.
Jika transisi energi berkelanjutan ini berhasil, maka Jepara akan menjadi pelopor sebagai daerah yang konsisten mengurangi emisi karbon.
Selain itu penggunaan tenaga surya dapat berkontribusi mencegah bencana pemanasan global dan perubahan iklim.
“Dalam G-20 nanti salah satu agenda pentingnya adalah transisi energi. Jika ini dilaporkan oleh Bapak Presiden, maka Jepara dengan Karimunjawa adalah pelopor untuk itu,” ujarnya.
Oleh Karenanya, diperlukan komitmen dari semua pihak agar upaya ini bisa segera terealisasi. Utamanya dukungan infrastruktur berupa lahan untuk kepentingan pengembangan PLTS.
