Mayang melanjutkan, kopdar tersebut dapat diisi dengan kegiatan yang santai dan fleksibel. Pihaknya juga tidak membatasi umur peserta dan genre buku yang dibahas.
“Kita juga bermain kuis q&a agar lebih seru, semua peserta mengambil kertas pertanyaan dan menjawab sesuai pengalaman. Seperti pertanyaan, adakah buku yang membuatmu menangis saat membacanya, sebutkan judulnya,” jelasnya.
Dia pun berharap, kopdar buku ini dapat konsisten dan berjalan rutin satu bulan sekali. Selain itu, dirinya juga berharap banyak masyarakat dan anak-anak muda di Kudus yang tertarik untuk ikut kopdar ini.
“Semoga Kudus BookClub bisa konsisten sebulan sekali mengadakan kopdar bareng teman-teman di Kudus dan sekitarnya, dan lebih banyak yang ikutan,” pungkas Mayang.***
