KUDUS, ZONANEWS.ID – Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial MN (15) di Kabupaten Kudus menjadi korban kekerasan (pembacokan) oleh orang tak dikenal saat pulang sekolah melewati Jalan Raya Kudus-Colo, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe.
Korban mengalami luka serius, kini kondisinya sudah berangsur membaik dan masih menjalani perawatan di ruang PICU-NICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris datang langsung ke rumah sakit untuk menjenguk korban sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga.
“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik, semoga pelakunya segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jajaran Polres sudah bekerja keras untuk segera menangkap pelaku,” ujar Sam’ani saat ditemui di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Sabtu, 9 Mei 2026.
Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut karena Kudus dikenal sebagai kota santri dan daerah religius. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat ikut mengawasi anak-anak agar tidak terlibat konflik.
“Kami mengimbau bapak ibu guru, orang tua dan semuanya ikut mengawasi anak-anak kita. Jangan sampai terjadi kejadian-kejadian yang memilukan dan memprihatinkan seperti ini,” katanya.
Menurut Sam’ani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan segera menggelar rapat koordinasi bersama pihak sekolah, kepolisian dan unsur terkait untuk mencegah tawuran maupun aksi kekerasan antar pelajar, terutama menjelang momentum kelulusan sekolah.
“Nanti kita lakukan rapat koordinasi dengan semua pihak untuk menghindari kejadian serupa. Karena ini sudah mulai masa kelulusan, biasanya ada konvoi-konvoi yang berpotensi memicu konflik. Itu yang akan kita hindari,” jelasnya.
Ia juga mengusulkan agar kegiatan kelulusan pelajar diarahkan pada aktivitas yang lebih positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Mungkin syukuran bisa dibuat dalam bentuk tirakatan, bakti sosial, kerja bakti lingkungan dan sebagainya. Jadi mereka lulus juga ada manfaat untuk masyarakat,” tambahnya.
