KUDUS, ZONANEWS.ID – Ratusan pelajar Kristen dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Kudus berkumpul dalam ibadah bertajuk Never Ending Worship Season 2 dengan tema “Through the Oceans” pada Senin malam, 25 Agustus 2025.
Kegiatan ini digelar oleh Forum Kerohanian Kristen (FKK) Kudus di SMAN 1 Mejobo, Kabupaten Kudus ini, sebagai bentuk penguatan iman sekaligus ajang silaturahmi antar pelajar lintas sekolah.
Berbeda dari sebelumnya, ibadah kali ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya digelar di lingkungan sekolah, dan melibatkan lebih dari 250 peserta dari siswa, mahasiswa, serta guru agama Kristen dari berbagai satuan pendidikan.
Tak hanya sebagai kegiatan rohani, acara ini juga menjadi ruang belajar bagi pelajar untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan toleransi antar umat beragama.
Sepanjang kegiatan, suasana penuh semangat terasa saat para peserta menyanyikan lagu-lagu pujian, berdoa bersama, dan mendengarkan renungan rohani. Para peserta juga saling berbagi cerita dan pengalaman iman mereka.
Ketua MGMP Pendidikan Agama Kristen Kabupaten Kudus, Adrian Yulistyo, menyampaikan bahwa kesuksesan acara ini, juga berkat dukungan dari banyak pihak, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang agama berbeda.
Hal ini menurutnya menjadi wujud nyata toleransi dan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang terus perlu diwariskan.
“Anak-anak kita belajar secara langsung bahwa keberagaman bukan penghalang. Justru dengan perbedaan, kita menjadi lebih kuat. Dalam kegiatan agama Islam pun, pelajar non-Muslim juga sering membantu. Begitu pula sekarang, mereka yang non-Kristen ikut mendukung ibadah ini. Ini pelajaran toleransi yang sangat berharga,” ujar Adrian.
Sementara itu, Pembina FKK Kudus, Kornelis, menekankan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat iman para pelajar Kristen, tetapi juga membentuk karakter mereka sebagai pribadi yang terbuka, aktif, dan siap hidup berdampingan dengan siapa pun.
“Dengan membuat acara di sekolah, kami ingin menunjukkan bahwa pelajar Kristen adalah bagian dari masyarakat luas, bukan kelompok eksklusif. Ini soal identitas yang inklusif, bukan terpisah,” jelas Kornelis.
Salah satu peserta, Cathrine Florencia Wijono, siswi kelas XII SMK RUS Kudus, mengaku sangat terkesan mengikuti kegiatan ini. Ia merasa tidak hanya semakin dekat dengan Tuhan, tetapi juga mendapat banyak teman baru dan pengalaman berharga dalam hidup bersama dalam keberagaman. ***
