Tambahan tiga medali perunggu diperoleh Abdul Ghofur pada gaya Greco-Roman putra kelas 130 kilogram, Hibatullah Mu’afa Lutf ianto pada gaya bebas putra kelas 57 kilogram, dan Putri Luna Gracia pada gaya bebas putri kelas 50 kilogram.
Ketua Pengkab PGSI Kudus, Suhartono, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet yang telah berkompetisi membawa nama Kabupaten Kudus. Menurutnya, raihan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet gulat di Kudus memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Ia mengatakan, hasil Porprov kali ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pengurus dan pelatih untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Sejumlah aspek yang perlu diperkuat meliputi kemampuan teknik, kondisi fisik, hingga kesiapan mental ketika menghadapi pertandingan.
Dalam kompetisi tersebut, tercatat sebanyak 147 atlet dari 20 kabupaten/kota di Jawa Tengah ikut ambil bagian. Mereka didampingi 37 pelatih untuk memperebutkan 18 medali emas dari tiga kategori pertandingan, yakni gaya Greco-Roman, gaya bebas putra, dan gaya bebas putri.
Suhartono berharap keberhasilan membawa pulang tujuh medali dapat meningkatkan motivasi para atlet untuk terus mengasah kemampuan. Ia juga menegaskan bahwa evaluasi dan pembinaan akan menjadi perhatian agar prestasi gulat Kudus semakin meningkat pada kejuaraan mendatang.
“Raihan tujuh medali ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Kami akan melakukan evaluasi dan meningkatkan pembinaan agar pada Porprov berikutnya atlet gulat Kudus bisa tampil lebih baik dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” tegas Suhartono, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Dengan torehan satu emas, tiga perak, dan tiga perunggu, cabang olahraga gulat turut memberikan kontribusi positif bagi kontingen Kabupaten Kudus dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Hasil ini diharapkan menjadi awal bagi lahirnya prestasi-prestasi baru dari para pegulat Kudus di tingkat regional maupun nasional.***
