KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus memastikan bahwa pasokan elipiji di kabupaten setempat saat ini dalam kondisi aman. Termasuk elpiji subsidi 3 kg atau gas melon.
Kabid Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Disdag Kudus, Minan Mochamad menuturkan bahwa distribusi elpiji saat ini dalam kondisi lancar dan dipastikan tidak ada kelangkaan.
Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat membeli elpiji langsung ke pangkalan resmi. Hal ini juga sebagai langkah antisipasi tindak “permainan” harga yang dilakukan oleh oknum, terutama pada pembelian gas melon.
“Tolong masyarakat kalau beli (elpiji) cari di pangkalan,” tuturnya, Rabu, 18 September 2024.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jateng Nomor 540/20 tahun 2024, HET (Harga Eceran Tertingg) Elpiji 3 Kg atau gas melon yang sebelumnya seharga Rp 15.500 disesuaikan menjadi Rp 18.000.
Harga tersebut sudah berlaku di Kabupaten Kudus per tanggal 9 September 2024. Minan menyebut, apabila menemukan harga gas melon di atas HET di pangkalan, bisa langsung melapor ke pihak Disdag Kudus.
“Beda lagi kalau sudah di pengecer, harga bisa jadi lebih tinggi, makanya kita imbau beli di pangkalan resmi,” tandasnya.
Salah satu Agen Elpiji di Kudus, David Budi Agung menyebut bahwa pihaknya juga telah mengakomodir kebutuhan elpiji untuk para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Menur atau belakang SMPN 2 Kudus.
“Ini sebagai bentuk perhatian kami, supaya mereka juga bisa mudah mendapatkan gas melon dengan harga yang sesuai HET,” tuturnya.
Belasan PKL di lokasi tersebut nantinya akan didata dan akan difasilitasi untuk mendapatkan gas melon di Pangkalan Sukamto Desa Nganguk, Kecamatan Kota, Kudus. Pihaknya memberikan alokasi sebanyak 20 tabung gas, khusus PKL.
“Jadi saya minta untuk pangkalan mendata, nanti para PKL bisa beli di pangkalan tersebut, kita tambah alokasi 20 tabung gas khusus untuk PKL,” tambahnya.
Sementara itu, Pemilik Pangkalan Sukamto, Aulia Cahyaningtias menyebut bahwa sebelum ada penambahan alokasi khusus PKL, pangkalan setempat mendapat alokasi reguler sebanyak 80 tabung gas tiap minggu.
“Mulai minggu depan dapat tambahan 20 tabung, jadi totalnya 100 tabung gas. 80 tabung untuk yang reguler biasanya hari Kamis, yang khusus PKL nanti hari Jumat,” tuturnya. ***
