KUDUS, ZONANEWS.ID – Pasar Kuliner Jadul resmi dibuka sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus 1448 Hijriah yang berlangsung pada 1-10 Muharram atau 16-24 Juni 2026.
Bertempat di Alun-alun Kulon Menara Kudus, kegiatan tersebut menghadirkan 21 stan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menyajikan beragam kuliner tradisional khas tempo dulu.
Berbagai makanan tradisional seperti sego jangkrik, sego pedho, cenil, klepon, tiwul, dan aneka jajanan pasar lainnya menjadi daya tarik bagi masyarakat yang berkunjung.
Kehadiran pasar kuliner ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi Buka Luwur, tetapi juga sarana untuk mengenalkan kembali kekayaan kuliner lokal kepada generasi muda.
Pembukaan pasar kuliner dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, yang mewakili Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, tokoh agama, Kapolsek Kudus Kota, TNI, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), santri dan masyarakat
Dalam sambutannya, Eko mengapresiasi Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), pengelola Makam Sunan Muria, serta para pelaku UMKM yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami menyambut baik kegiatan Pasar Kuliner Jadul ini. Selain menjaga dan melestarikan kekayaan budaya dan kuliner tradisional, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta menjadi ruang promosi bagi para pelaku UMKM lokal,” kata Eko.
Menurutnya, pasar kuliner yang digelar dua kali dalam setahun tersebut memiliki nilai penting dalam menjaga warisan budaya yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda.
“Anak-anak dan generasi sekarang perlu dikenalkan kembali dengan makanan tradisional yang dulu sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Banyak yang mungkin belum pernah mengenal atau mencicipi jajanan tradisional,” ujarnya.
