Namun demikian, kunjungan masih terkonsentrasi pada lokasi-lokasi tertentu.
“Kunjungan wisata di Kudus sebagian besar masih didominasi wisata religi, terutama ke Makam Sunan Muria dan Makam Sunan Kudus,” ungkap Agus, belum lama ini.
Ia menilai, penurunan jumlah wisatawan salah satunya disebabkan karena faktor kenyamanan dan keramahan destinasi yang dinilai masih kurang.
Contohnya, fasilitas transportasi ojek di kawasan wisata religi Sunan Kudus yang belum nyaman, serta kondisi tangga menuju Makam Sunan Muria yang dinilai kurang layak.
Selain itu, Agus menambahkan bahwa faktor ekonomi global, munculnya destinasi wisata baru yang belum masuk dalam pendataan resmi, serta faktor lain juga turut memengaruhi penurunan kunjungan.
Ke depan, Disbudpar telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, seperti memanfaatkan rencana pembangunan Tol Semarang–Tuban dengan exit menuju Kudus.
“Kita akan melakukan pendataan ulang objek wisata, meningkatkan kapasitas pengelola DTW, serta memperkuat promosi dan pemasaran agar pariwisata Kudus kembali bergairah,” tuturnya. ***
