Nilai Ekspor di Kudus Capai Rp 400 Miliar, Produk Lokal Mulai Bidik Pasar Global

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Fitrianto. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mencatat nilai hasil ekspor produk sepanjang 2026, terhitung sejak Januari hingga Agustus, telah menembus angka sekitar Rp 400 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekspor dari sejumlah pelaku usaha di Kota Kretek masih terus berjalan, meskipun kontribusinya saat ini masih didominasi perusahaan berskala besar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Fitrianto, mengatakan sejumlah perusahaan besar menjadi penyumbang utama aktivitas ekspor dari Kudus. Di antaranya PT Djarum, Polytron, Pura dan sejumlah perusahaan besar lainnya.

Bacaan Lainnya

“Trennya untuk hasil ekspor Kabupaten Kudus masih didominasi dari pengusaha besar seperti PT Djarum, Polytron, Pura, dan lainnya,” ujar Fitrianto saat ditemui dalam kegiatan pembinaan ekspor bagi pelaku usaha di Kudus, Selasa, 29 September 2026.

Fitrianto menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Perdagangan Kudus, nilai hasil ekspor pada 2024 tercatat sekitar Rp 750 miliar. Sementara pada 2025 nilainya berada di kisaran Rp 640 miliar.

“Sedangkan 2026 sampai Agustus baru Rp400 sekian miliar. Kalau total pelaku usaha belum bisa kami konfirmasi, tetapi masih didominasi pengusaha besar,” jelasnya.

Produk yang diekspor dari Kudus cukup beragam. Komoditas tersebut antara lain furnitur, sigaret kretek, kopi dan berbagai produk lainnya. Jangkauan pasar ekspor juga telah mencakup sejumlah negara di kawasan Timur Tengah hingga Eropa.

Meski demikian, Fitrianto menyebut pelaku usaha lokal masih menghadapi sejumlah kendala untuk mengembangkan pasar ekspor. Persoalan tersebut antara lain kelengkapan legalitas usaha, faktur, hingga kesiapan kemasan produk untuk memenuhi kebutuhan pasar tujuan ekspor.