Kasus Infeksi Meningkat, IGD RSUD Kudus Dipadati Pasien Sejak Awal September

IGD RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dipadati pasien. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Kunjungan pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Rata-rata pasien yang datang untuk mendapatkan penanganan di IGD mencapai 40 orang setiap harinya.

Plt. Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Andini Aridewi mengatakan tingginya kunjungan pasien tersebut turut berdampak pada keterisian ruang perawatan. Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit telah mencapai 84,4 persen.

“Di IGD sendiri berkisar sekitar 32 sampai 40 rata-rata per harinya. Saat ini ada 38 pasien,” ujar Andini saat ditemui, Selasa, 29/9/2026.

Bacaan Lainnya

Menurut Andini, peningkatan kunjungan mulai terlihat sejak awal September 2026. Berbagai kasus ditangani di UGD, mulai dari penyakit jantung, stroke, bronkopneumonia, gangguan pernapasan, gastroenteritis hingga tifus.

“Mulai awal September memang kasus kesakitannya tinggi, terutama kasus-kasus infeksius yang meningkat, seperti infeksi pernapasan dan infeksi pencernaan,” jelasnya.

Tingginya jumlah pasien juga membuat tingkat keterisian ruang rawat inap meningkat. Kondisi tersebut terjadi hampir di seluruh unit perawatan, baik untuk pasien anak maupun dewasa.

“Di semua unit rawat inap, baik alokasi anak maupun dewasa, termasuk ruangan untuk pasien, semuanya penuh,” katanya.

Menghadapi kepadatan pasien, pihak rumah sakit mengoptimalkan fasilitas yang tersedia. Penggunaan tempat tidur maupun stretcher dimaksimalkan, terutama ketika terjadi lonjakan pasien yang membutuhkan penanganan dalam kondisi kegawatdaruratan.

Rumah sakit juga mempercepat proses pelayanan bagi pasien yang secara medis sudah diperbolehkan pulang. Langkah tersebut dilakukan agar tempat tidur yang telah kosong dapat segera digunakan pasien lain yang membutuhkan perawatan.