Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga membantu mengembangkan koordinasi motorik halus, kemandirian, dan rasa percaya diri.
Keseruan juga terlihat saat peserta didik mengikuti permainan memancing ikan. Sorak gembira terdengar ketika mereka berhasil menangkap ikan dari kolam permainan.
Menurut Lilis, aktivitas tersebut menjadi media belajar untuk melatih kesabaran, konsentrasi, serta keberanian mencoba hal-hal baru.
Tak hanya berfokus pada permainan, para guru juga memperkenalkan pola hidup sehat melalui kegiatan mengenal aneka sayuran.
Berbagai jenis sayuran diolah menjadi media bermain yang menarik sehingga anak-anak lebih mudah mengenali sekaligus menyukai makanan bergizi.
“Melalui kegiatan seperti ini kami berharap anak tidak hanya mengenal sekolah, tetapi juga memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan. Kami ingin menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus membangun rasa ingin tahu mereka terhadap berbagai hal di sekitar,” jelasnya.
Lilis menambahkan, proses pembelajaran di AT Tazkya mengedepankan kurikulum yang membahagiakan dan mendorong anak untuk bebas bereksplorasi sesuai tahap perkembangannya.
Dengan suasana belajar yang positif, ia berharap peserta didik mampu beradaptasi lebih cepat, berani berinteraksi dengan guru maupun teman sebaya, serta tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
“Tujuan akhirnya adalah anak mencintai sekolah, mencintai proses belajar, dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Kami ingin pengalaman pertama mereka di sekolah menjadi kenangan yang menyenangkan,” pungkasnya.***
