Menurutnya, aksi damai ini tidak hanya dilakukan di Kudus saja, namun serentak di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Bahkan rencananya besok, sebagai perwakilan dari Himasal Kudus, Saefudin akan ke Semarang melakukan aksi yang sama di depan Kantor KPI Jateng bersama anggota alumni pondok pesantren se-Jateng.
“Tuntutan kita agar bagaimana peran pesantren dihargai, bagaimana kiai-iai kita dihargai,” ujarnya.
“Tayangan kemarin jelas sangat menghinakan, sangat merendahkan peran para kiai dan dunia pesantren khususnya,” imbuh Saefudin.
Dari aksi damai ini, para santri juga mendesak agar pimpinan stasiun TV segara meminta maaf secara langsung dengan bertemu dengan kiai di Ponpes Lirboyo, meski permintaan maaf secara tertulis dan rekaman video sudah disampaikan.
Berkaca dari situasi ini, Saefudin meminta agar dunia pesantren jangan pernah diganggu dengan hal-hal yang tidak baik.
“Karena kita mau fokus bagaimana memperbaiki moral anak-anak bangsa yang hari ini sangat membutuhkan perhatian, terutama bimbingan dari kiai dan pesantren,” terangnya.
Aksi damai ini pun berlangsung lancar. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris juga tidak melarang dan mempersilakan masyarakat Kudus menyampaikan aspirasinya.***
