KUDUS, ZONANEWS.ID — Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus berkunjung ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunggak Jati yang berlokasi di Desa Japan, Kecamatan Dawe pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi A menyerap aspirasi dari para pengurus BUMDes serta warga sekitar yang menginginkan Desa Japan makin maju dan warganya sejahtera.
Ketua Komisi A DPRD Kudus, Muhammad Antono mengungkapkan, BUMDes Tunggak Jati memiliki empat jenis usaha. Terdiri atas internet desa, UMKM, jasa dan pelayanan, serta wisata.
Atas semua usaha tersebut, Antono menegaskan bahwa Komisi A DPRD Kudus akan selalu mendukung dan berupaya membantu menyelesaikan masalah yang mereka terjadi dalam mengembangkan usaha.
“Ada beberapa masukan dan keluhan dari BUMDes di Japan, akan kami kaji setelah ini dan insyaallah akan kami pecahkan (selesaikan) masalahnya,” ujar Antono usai sidak.
Ia melanjutkan, salah satu masalah yang dialami BUMDes Tunggak Jati adalah izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Sudah mengurus sejak tahun 2022, sampai dengan tahun 2025 izin PIRT yang diajukan BUMDes Tunggak Jati belum ada hasil.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Komisi A dikatakan Antono akan langsung berkomunikasi serta menyelesaikannya bersama dinas terkait.
“Termasuk berkiatan dengan (pengembangan) wisata, juga nanti kami dari Komisi A akan berkolaborasi dengan EO (Event Organizer) dan Dinas Pariwisata untuk menggiatkan lagi event daearh, guna meningkatkan UMKM di daerah Kudus pada umumnya,” jelas Antono.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa belum semua BUMDes yang ada di wilayah Kabupaten Kudus berkembang baik dan berhasil menghasilkan profit seperti BUMDes Tunggak Jati.
Dari informasi yang diterimanya, modal awal BUMDes Tunggak Jati di tahun 2025 berhasil profit hingga 23 persen. Jumlah tersebut sudah bagus untuk pemberdataan masyarakat desa tersebut.
Untuk itu, agar desa-desa lain yang memiliki BUMDes juga bisa menghasilkan profit, DPRD Kudus membantu dengan menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang BUMDes.
“Insyaallah sebentar lagi akan di-dok (disahkan),” kata Antono.
