Menikmati Kuliner Khas Menara Khusus, Sego Jangkrik yang Kental Makna Toleransi

Sego jangkrik. (MIA)

Untuk sego jangkrik biasanya dibanderol seharga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per bungkus. Sego jangkrik yang diperjual-belikan di warung, biasanya yang berkuah dan siap disantap. Cocok untuk sarapan, makan siang, hingga makan malam.

Terpisah, Humas Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3K), Denny Nur Hakim menerangkan bahwa ada dua jenis sego jangkrik yang dibagikan pada 10 Muharam, yakni yang berkuah dan tanpa kuah (uyah asem).

“Yang kita bagikan secara umum ke masyarakat yang uyah asem atau yang tidak berkuang, berisikan nasi putih dan potongan daging kerbau,” katanya.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangannya, nasi jangkrik mengandung makna toleransi, antara agama Islam dan Hindhu, yang pada saat itu Sunan Kudus memang melarang penyembelihan hewan sapi untuk menghormati Umat Hindhu.

Sehingga, daging yang dipakai untuk sego jangkrik pun dari daging kerbau. Sego jangkrik juga merupakan salah satu makanan kesukaan Sunan Kudus. Dinamakan nasi jangkrik lantaran potongan daging yang sebesar hewan belalang atau jangkrik. ***