Dalam turnamen tersebut, Alya dan tim berhasil menembus final tanpa kebobolan satu gol pun sepanjang babak penyisihan hingga semifinal. Sayangnya, di laga puncak, tim Indonesia harus puas di posisi runner up usai kalah tipis dari tim Singapura.
“Seneng banget bisa ikut tim All Star dan bertanding di JSSL. Walau belum bisa juara 1, tapi pengalaman ini sangat berkesan,” ujar Alya saat ditemui di sekolahnya, Selasa (10/6/2025).
Meski kecewa karena kebobolan satu gol di final, Alya tetap bersyukur dan bangga bisa mengukir prestasi di tingkat internasional.
Alya kini telah lulus dari SD dan menatap peluang baru di ajang sepak bola belia tingkat dunia lainnya.
“Karena sudah lulus, jadi nggak bisa ikut Milklife lagi. Tapi aku mau coba ikut Gothia Cup, semoga bisa lolos,” harapnya.
Beberapa prestasi yang sudah dikoleksi Alya antara lain Champion All Star, Runner Up JIS, Juara Piala Pertiwi U14, dan juara Milklife Soccer Challenge di beberapa batch.
Apresiasi pun datang dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. Kepala Disdikpora melalui Kabid Pendidikan Dasar, Anggun Nugroho menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Alya.
“Semoga prestasi Alya bisa menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain di Kudus, tidak hanya di bidang olahraga, tapi juga akademik dan non akademik,” ujarnya. ***
