Ia menilai kunci kemenangan timnya hari ini adalah keberanian untuk bisa keluar dari tekanan, dengan bermain lebih agresif sehingga lebih bisa mengontrol permainan.
“Di babak pertama anak-anak tidak sadar kalau mereka terlalu turun ke belakang, sehingga lini tengah dari Surabaya terlalu leluasa. Di babak kedua saya menginstruksikan lini tengah lebih berani maju dan jangan sampai kita didikte lawan di lini tengah itu. Selain itu, di babak kedua kita juga memakai dua striker agar lini belakang mereka nggak leluasa memainkan bola dan enggak berani untuk maju terlalu depan. Sehingga lini tengah kita di babak kedua bisa kembali dikuasai lagi,” katanya.
Berhasil kembali melaju ke babak final, Yayat Hidayat pun tak sabar untuk menjajal
kekuatan All-Stars Jakarta dan optimistis mampu mempertahankan gelar juara MilkLife
Soccer Challenge All-Stars.
Dia menilai sudah mengantongi kekuatan lawan dan berharap timnya bisa menjalankan strategi terbaik di lapangan.
“Final tahun ini cukup menantang karena kita belum pernah bertemu Jakarta. Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan juara. Kita sudah tahu seperti apa All-Stars Jakarta bermain, ada beberapa pemain kuncinya juga. Justru kita akan lebih enak berhadapan dengan pemain-pemain yang punya kualitas teknik yang bagus, sehingga di lapangan bermain dengan teknik dan taktikal yang memang enak kita tonton,” tuturnya.
Menyambung optimisme sang pelatih, Renanthera Alun Addya Putri juga tak kalah yakin dengan kekuatan All-Stars Kudus tahun ini. Pemain belakang bernomor punggung 3 itu merasa jika rekan setimnya masih bisa menunjukkan permainan yang lebih baik di laga final melawan All-Stars Jakarta.
“Saya harap besok kami bisa tampil lebih maksimal lagi dan All- Stars Kudus bisa juara,” ujar pemain asal SDUT Bumi Kartini tersebut.
Pelatih Kepala All-Stars Surabaya, Sai Dong mengakui jika lawannya di semifinal memiliki kualitas yang baik. Sebisa mungkin dia menguatkan mentalitas para pemain untuk tidak merasa inferior melawan juara bertahan MLSC tahun lalu.
Meski hasilnya belum sesuai harapan, ia menilai anak asuhnya sudah tampil all-out di lapangan dan menunjukkan karakter pantang menyerah sesuai dengan semangat pembinaan yang diusung MilkLife Soccer Challenge.
“Kami sudah berusaha, sayangnya kami seperti kehilangan keberanian untuk bermain build-. up ketika mendapatkan tekanan. Hal itu yang mungkin kami bisa lihat dari kekurangan tim kami. Memang harapan kami ketika datang ke MLSC All-Stars ini, Surabaya membawa semangat karena dari Djarum Foundation mengharapkan pemain yang muncul nanti adalah yang mengerti bermain sepak bola. Bagi saya ini satu kesempatan dan pembelajaran berharga untuk mengembangkan karakter mereka ke depannya,” ujar Sai Dong.
Hari terakhir MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026, Minggu, 28 Juni 2026, akan berlangsung perebutan peringkat tiga yang mempertemukan All-Stars Yogyakarta dan All-Stars Surabaya pukul 09.00 WIB.
Sementara partai final yang bergulir pukul 14.00 WIB, juara MLSC All- Stars tahun lalu, All-Stars Kudus akan menghadapi All-Stars Jakarta.
