Lima Kematian Ibu Terjadi, Upaya Pemkab Kudus Setop Kasus Lewat Inovasi Kencan Bumil dan Parijata

Kasus kematian ibu di Kabupaten Kudus masih menjadi fokus perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK). (Foto: Istimewa)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Kasus kematian ibu di Kabupaten Kudus masih menjadi fokus perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK). Ini menyusul, angka kematian yang terjadi sejak Januari hingga September 2026 tercatat sudah ada lima kasus.

Untuk menekan kasus agar tidak bertambah, DKK bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kudus menghadirkan inovasi “Kencan Bumil dan Parijata” di Balai Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Senin, 14 September 2026.

Kencan Bumil sendiri adalah akronim dari Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil. Sedangkan, Parijata adalah singakatan dari Pantau Risiko Tinggi Ibu Hamil, Jangan Ada Kematian Ibu dan Bayi Lagi.

Bacaan Lainnya

Inovasi tersebut dihadirkan dengan misi bahwa setiap ibu hamil akan didampingi oleh satu kader kesehatan. Sehingga, pemantauan kesehatan dari masa awal kehamilan hingga menuju hari melahirkan dapat terpantau dengan maksimal.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris mengatakan, upaya menekan risiko kematian ibu dan bayi membutuhkan pendampingan yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan.

Karena itu, koordinasi antara TP PKK, Dinas Kesehatan, puskesmas, bidan desa, dan kader perlu terus diperkuat.

“Jalan bareng, koordinasi bersama antara PKK, Dinas Kesehatan, puskesmas, bidan desa, dan para kader. Kita ingin ibu hamil mendapatkan pendampingan dengan baik sehingga risiko dapat diketahui lebih awal dan tidak terjadi kasus kematian ibu maupun bayi,” ujarnya.

Melalui Kencan Bumil, setiap kader akan berperan dalam membantu memantau kondisi ibu hamil, memberikan edukasi, serta memastikan ibu mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.